How Holy A Cat is

Yo, selamat pagi! Sekarang tertera angka 6:56 AM di sudut kanan bawah layar komputerku, artinya langit gelap sudah berganti menjadi langit terang, dan aku siap menjalankan puasa. X) Jadi sebentar lagi aku akan menyelesaikan kegiatan 'klak-klik'ku ini untuk melakukan kegiatan─harus&wajib─rutinku di setiap pagi yaitu dance! Yeay─ Sudah, sudah, kembali ke judul.

Sekitar setengah jam lalu aku menemukan sebuah artikel yang berjudul "Mengapa Rasulullah Memelihara Kucing", dan dengan ketertarikan yang luar biasa aku langsung membacanya. Semakin ke bawah aku memutar scroll, aku semakin senang membacanya; rasanya seperti ada gas bahagia yang tiba-tiba meledak dan menyebar di seluruh lambungku, naik ke paru-paruku dan berhenti di otakku. Tahu kenapa? Yeah, artikel itu menceritakan tentang Rasulullah SAW yang sangat menyayangi kucing dan bagaimana Beliau memperlakukannya. Beliau bersabda bahwa kucing itu tidak najis; kucing adalah hewan yang suka berkeliling di rumah (hewan rumahan), dan kucing itu adalah perhiasan rumah tangga, ia tidak dikotori sesuatu, bahkan tidak ada najis. Bahkan, Aisyah pernah melihat Rasulullah SAW berwudhu dari sisa jilatan kucing. We o we (wow)... Aku tertegun.



Ilmiah pun telah membuktikan bahwa kucing itu memang tidak najis. Kulitnya negatif kuman sebesar 80% jika dibandingkan dengan mulutnya. Lidahnya juga negatif kuman. Saat kucing minum, tidak ada air liur yang terjatuh. Bahkan air liurnya bersih dan membersihkan. Badan kucing bersih secara keseluruhan, ia lebih bersih dari manusia. Tambahannya, zaman dulu kucing digunakan untuk terapi, karena dengkurannya yang sebesar 50Hz baik bagi kesehatan dan mengelus kucing juga dapat menurunkan tingkat stress.

We o we we we we we (wowwwww)... Aku semakin tertegun, bak seorang puteri yang melihat kedatangan pangerannya dengan seekor kuda putih nan bersih (karena pakai kaporit, wokwok).

Well, yeah, untuk lebih lengkapnya, klik saja judul artikel di atas itu, dan kamu akan dibawa ke artikelnya. =D

Jadi intinya aku senaaangggggg! Aku senang karena aku terlahir ke dunia ini dengan unsur kasih sayang terhadap hewan,─lebih─khususnya terhadap kucing, aku senang karena rasa kasih sayangku didukung dengan tidak adanya alergi terhadap hewan di tubuhku, dan aku senang karena aku tidak diciptakan menjadi seorang 'pembenci' atau 'penjijik' kucing. Alhamdulillah... ^^

Dan... aku tak perlu terlalu khawatir akan kesehatanku karena terlalu dekat dengan makhluk berbulu yang imut nan menggemaskan itu (yah, meskipun begitu, aku tak boleh anggap enteng).

Hehehe... Aku sa~yang kucing *ala Upil-Ipul*! Seperti Rasulullah yang sayang kucing.

Ini dia kucing-kucingku! ^-^

Chelsea, si nuke-cat (kucing yang pergi meninggalkan rumah).
Well, sekali-kali aku masih bisa melihatnya di luar─jauh dari rumahku, dan ketika aku mendekatinya, dia menjauh.
Hueee~ Chelsea ja'at!
When will you come back, Chelsea? T_T
Chelsea ini adalah kucing kesayanganku─bahkan sampai sekarang, karena tidak ada yang bisa menandingi kepintaran dan kelembutannya.

Aska, si bad-cat. Nakal, suka meluncurkan pipis sembarangan di dalam rumah.
Kadang suka menakutkan kalau digertak. Kkkkk...
Sekarang Aska masih ada di rumah: sudah tua, tidak seperti di foto ini lagi.

Mini, si mini-cat. Yah, seperti namanya, tubuhnya lebih kecil dibandingkan kucing lainnya (apa karena pengaruh diberi nama Mini?)
Tukang makan; sebentar-sebentar lapar.
Suaranya juga jelek, kurang enak untuk didengar. Namun ia jarang bersuara─sangat jarang malah.
Suka bersandar ke kami secara tiba-tiba, apalagi ke kaki; sedetik kemudian ia menggigit kaki kami.
Suka naik ke pangkuan atau punggung kami untuk mencari kehangatan. Kkkkk...
Oh iya, ini foto saat ia masih kecil. ^^

The adult Mini. Ia sudah dewasa sekarang! ^^

Mini's children. Belum diberi nama. Mama sih sudah memberi nama 'Diego' dan Casillas' (kkk, dasar obsesi bola), tapi aku menunda peresmiannya, karena aku belum memeriksa apa mereka cowok atau cewek.
Lucu ya! ♥ Yang satu ngelendot. Haha... ^^

Mini and the children.
Yang satu lagi nyusu. Hahaha...

Sekarang Aska dan Mini sangat sayang kepada Mamak, karena Mamak lah yang menyiapkan makanan untuk mereka. Mereka rutin kembali ke rumah, memeriksa keberadaan Mamak, dan merengek meminta makan. Jika Mamak tidak ada, mereka tidak berlama-lama berdiam di rumah.

Jya, intinya I love cats so very so very so very much. ^^

P.S.: Sayangilah kucing, seperti Nabi Muhammad menyayangi mereka.

You Might Also Like

0 comments