Friday, 15 May 2015

Lagi



Tubuhku bergetar seharian ini, sampai ke detik aku mengetik kalimat di post ini. Aku juga menghela napas terlalu sering, bahkan tanpa aku kehendaki.  Untuk kesekian kalinya aku kembali merasa jenuh dengan kehidupan. Aku seakan lupa akan tujuan hidupku. Semangatku memudar lagi—kali ini tanpa alasan yang pasti. Hal-hal yang hilir-mudik di pikiranku berhasil membebaniku. Berat rasanya menanggung semua beban pikiran ini dengan otak yang mulai kehilangan kecerdasan. Menyelesaikan kewajiban di saat tertekan; jangankan untuk melakukannya, untuk memikirkan bagaimana caranya saja aku tak sanggup. Aku seperti ingin menangis sepanjang hari, meraung sekuat yang aku bisa. Aku tak mengerti setan apa yang sedang memakan jiwaku saat ini, aku sama sekali tak mengerti.

Di atas tempat tidur, kipas angin menerbangkan rambutku dari sebelah kanan.
9 Mei 2015, 20:54


You Have Gone



People come and go.

Begitu kata mereka. Sebuah kalimat yang berulang kali aku coba untuk percaya di saat kalimat itu juga berulang kali membuktikan kebenarannya. Ya, aku selalu menampik bahwa orang-orang datang dan pergi, bahwa mereka datang untuk pergi. Aku selalu berusaha untuk tidak menyetujui teori bahwa tidak akan ada kata ‘datang’ jika tidak ada kata ‘pergi’. Aku juga selalu meyakinkan diri bahwa tidak selamanya orang yang telah datang akan pergi. Jadi kuputuskan untuk tidak menyukai kalimat itu.

Dan sekarang kalimat itu menantangku kembali.

Kali ini dia menggunakanmu sebagai tokohnya—membiarkanku melihat potongan adegan lain sebagai bukti.