3:07 AM

Written on

Sunday, 17 March 2013


"Mana remotnya, Kak?" Aku spontan menolehkan pandangan dari layar komputer. Ternyata mama bangun dari tidurnya. "Bawak sini dulu. Udah ketinggalan lah ini."

Aku mengernyit. Aku tau pasti ... mama bangun jam segini hanya untuk menonton bola. Dan aku juga tau pasti ... yang bertanding saat ini adalah Real Madrid.

Ternyata benar.

Real Madrid VS Manchester Real Mallorca.

Pastinya ada akang Ronaldo. Dan mama tak akan mau melewatkan pesonanya.

"Ya oloh, Mak... Mak...," kataku sambil geleng-geleng kepala.

"Gol!"Mama berteriak pelan. Dengan agak terkejut aku menoleh ke tipi. Mama menunjuk-nunjuk tipi, wajahnya sumringah dihiasi senyum lebar Pepsodent. "Liat tuh si Ronaldo yang gol-in! Dua-satu...!"

"Ya oloh, Mak... Itu ada cemilan." Aku menunjuk bungkus plastik yang berisi Choco Mania yang aku beli tadi. Aku kembali menonton drama.

"Gol!" Aku menoleh lagi ke tipi. Salah satu pemain Real Madrid yang rambutnya panjang dibelah tengah dan memakai ikat kepala putih sedang berlari merayakan gol yang baru saja dihasilkannya. Senyum mama semakin lebar. Tangan kirinya meninju-ninju udara. "Gol lagi! Biasanya dia suka pakek ikat kepala ini..."

"Gol lagiii!!!" Mama terlihat sangat bahagia. Tangannya semakin liar meninju-ninju udara. Sambil tertawa senang, ia bangkit dari posisi tidurnya dan duduk untuk lebih serius menonton.

"Gol-kan! Gol-kan! Aduh..."

"Yak, gol-kan!"
Hahaha... Dasar my beloved mamak... Kalo udah Mas Ronaldo aja baru mau nonton bola.

"Gol-kan! Gooollll!"

"Gol apanya, Mak?" tanyaku saat melihat adegan offside yang dibuat Mallorca.

"Eeee...." Mama mendengus.

You Might Also Like

0 comments