Temodemo no Gifuto

Hi! Aku sedang makan sore, nih: sup jagung buatan mamaku. Supnya masih panas, jadi belum ada satupun jagungnya yang masuk ke mulutku.

Sedari tadi, sejak aku melihat status salah satu teman fesbuk-ku, pikiranku tertuju pada satu hal.

JKT48 telah membuka audisi generasi ketiga.

Dan tinggal lah aku di sini, bersama bayangan kelam yang menutupi mimpiku dengan sempurna.

Aku sudah kadaluarsa. Ex-pir-ed. Ya, umurku sudah melampaui batas. Aku 19 tahun, tapi JOT hanya membutuhkan gadis-gadis yang berumur tidak lebih dari 18 tahun. Ssakkit... T_T  Tapi ya sudahlah, aku tak boleh mengeluh karena itu. Mungkin aku memang tidak digariskan untuk menikmati kerasnya kehidupan idol JKT48.



Sebenarnya aku ingin menjadi salah satu member JKT48 karena aku ingin mengasah bakatku, tapi karena faktor U, sekarang aku menaruh harapanku pada para kohaiku yang kireii nan kawaii dengan cara terus menyalurkan bakatku pada mereka. Aku berusaha sebisaku untuk membuat mereka bagus dalam menari, untuk bekal mereka mengikuti audisi.

Karena rata-rata dari mereka antusias dengan audisi itu, aku juga jadi antusias untuk mempersiapkan mereka. Terutama Dinda. Wanita milik Hafish ini sudah mengantungi restu dari sang Bunda dan keluarga untuk mengikuti audisi dan tinggal di Jakarta bersama saudaranya seandainya ia lolos. Aku sangat optimis akan Dinda. Ia punya bakat dalam bidang entertainment: menari, menyanyi, akting, dsbg bisa dilakukannya dengan ringan. Wajahnya yang mudah memikat para 'kucing' ini juga mendukung. Juga suaranya yang tipis dapat menjadi sebuah ciri khas.



Para kohaiku yang lain juga mempunyai 'sesuatu' yang dapat menjadi peluru mereka masing-masing.

Rahma, wajah cantik dan tubuh kurus yang diburu dunia entertainment.



Dewi, tubuh tegap dan power yang patut dibanggakan.



Widya, wajah khas Sunda yang geulis pisan dan tubuh ideal untuk seorang perempuan.



Nabila, wajah photogenic yang dibutuhkan kamera.



Dan beberapa kohai lainnya yang belum sanggup untuk aku bongkar di sini. Mwehehe...

Well... Harapan terbesarku untuk saat ini adalah: semoga para kohaiku berhasil lolos audisi. Oh iya, ada satu orang lagi yang sempat aku ajarkan Hebirote, dan ia juga berniat mengikuti audisi. Aku juga optimis akannya, karena ia juga punya modal sebagai seorang idol. Semoga ia juga lolos. ^^

Karena jika mereka lolos, aku akan merasa sudah berhasil sebagai seorang pelatih. Bakatku menjadi berguna dan tidak akan sia-sia.

Tolong beri mereka kesempatan, Rabb. Amin...

Eh... Sudah malam ya... (Perasaan mulai ngetik post ini tadi sore pas makan sore... XD)

Oh iya, selamat Hari Ayah! *telat*

(There was a photo here)

You Might Also Like

0 comments