Karma Does Exist

Aku tertohok.

Aku kaku.

Aku kehilangan pondasi.

Karma telah menunjukkan kekuatan dan keangkuhannya sekali lagi...

...PADAKU.

Benar kata Mama, "kita tidak boleh terlalu benci terhadap sesuatu". Sesuatu yang berlebihan itu selalu tidak baik. Kita memang berhak untuk mempunyai rasa tidak suka terhadap sesuatu, namun jangan 'keterlaluan'. Karena karma tidak berada di pihak yang 'keterlaluan', karena dia tidak menyukai sesuatu yang berlebihan. Dan pada akhirnya kita akan berakhir di keadaan yang sebaliknya.

Benci >< Suka



Ya, itu dia.

Kita terlalu benci, pada akhirnya kita akan menjadi suka.
Kita terlalu benci, pada akhirnya yang kita benci itu akan berada di dekat kita.
Kita terlalu benci, pada akhirnya kita akan berurusan dengannya.

Mau tak mau.

Karena itulah yang terjadi padaku sekarang.

Karma berlaku.

Aku tidak menyukai seseorang. Seorang wanita. Artis. Banyak penggemarnya. Aku benar-benar tidak menyukainya. Ugh.

Dan sekarang aku 'berurusan' dengannya.

Tahu kenapa?

Karena dia berurusan dengan pria idamanku.

.

Oh, Rabb...

.

Kenapa harus dia?

.

.

.

Kenapa Shi Yoon harus satu drama dengan Yoona? (Sigh, mencantumkan namanya saja sebenarnya aku tak sudi)

.

Kenapa harus Yoona yang menjadi lawan mainnya?
Kenapa harus Shi Yoon yang menjadi lawan mainnya?
Kenapa Shi Yoon menerima tawaran drama itu?
Kenapa harus Yoonaaaaaaaaa?
Kenapa harus wanita ituuuuuuuuuuuuuuuuu?
Kenapaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa??!!!

Dari sekian banyaknya aktris cantik di Seoul, kenapa harus wanita itu? (Kenapa tidak aku saja? :v)
Waktu itu sudah Jiyeon yang menjadi lawan mainnya, dan aku tidak menyukai si Jiyeon itu. Dan sekarang... lagi... Arrrrgggggghhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhh!!!

Bolehkah aku membalik-balikkan komputer ini?

You Might Also Like

0 comments