Fear and Guilt

Mama membelikanku tas baru. Jenis yang sama (tas ransel) dan warna yang sama (coklat), hanya modelnya saja yang berbeda. Yang baru ini tidak ada penutup tasnya, dan aku kurang suka modelnya. Tapi bukan itu yang kupermasalahkan. Mama bersikeras menyuruhku untuk menggunakannya.

Kalian tahu... Trauma itu masih tertancap dalam. Aku takut, seolah-olah kejadian malam itu akan terjadi lagi dengan mudahnya. Saat aku menyampirkan tas ini di punggungku, seperti tergores sesuatu, hatiku terasa sakit. Adegan itu kembali terputar di kepalaku, beberapa kali. Rasanya batinku belum siap untuk mengizinkan diriku memakai tas ini.

Kalian pasti berpikir bahwa aku ini berlebihan, kan? Hanya kejadian seperti itu saja tidak bisa diikhlaskan.

Maaf, seperti inilah aku. Mengikhlaskan saja aku belum mampu, apalagi melupakan. Bukan masalah harga, tapi masalah ingatan. Ingatan itu terus memberiku bayangan akan rasa takut...

... dan rasa bersalah.

Mengapa kehilangan itu begitu menyakitkan?

You Might Also Like

0 comments