The Calm and Quiet

Sudah memasuki hari keempat puasa. Di tengah bahagianya orang-orang yang bergembira menjalani hari-hari di bulan Ramadhan ini, aku masih saja diliputi sedih. Aku belum berhasil mendapatkan rasa yang disebut ketenangan.

Bulan ini, bulan yang mengobral pahala berkali-kali lipat, bulan yang membelenggu para makhluk yang tidak diinginkan manusia, bulan yang menerapkan berbagai kebaikan dalam diri, seharusnya bisa kujadikan sebagai sebuah kesempatan untuk memperbaiki diri; fisik maupun mental. Namun, jangankan untuk memasuki proses memperbaiki, kerangka niatku saja masih belum selesai dengan sempurna.

Mengapa hati ini sulit sekali untuk bersih?

Aku ingin sekali mengetahui bagaimana rasanya ketenangan itu saat aku sedang berhadapan dengan Tuhan-ku. Aku malu karena aku hanya bisa meminta namun aku tak pernah benar-benar menginginkannya; tak pernah tulus saat memohon pada-Nya.

Dia tahu.

... Aku bukan orang sebaik itu.


P.S.:
Rasa sepi itu kembali berada di sini, menemaniku menulis ini.

You Might Also Like

0 comments