Then What?

Kita sudah saling tahu sejak tahun lalu. Saat pesan singkatmu menggetarkan handphone-ku untuk pertama kalinya, saat tulisan dengan penuh tawa itu memenuhi kotak masuk ponselku; demi bumi dan langit, aku tak pernah menyangka kamu, si songong yang tak kusukai, akan menyapaku.

Hampir setiap malam kamu menjadi bagian dalam hari-hariku, jadi tawa yang membawa damai dalam tidur malamku. Tak hanya itu, kau dan aku hampir selalu terjaga hingga subuh.

Terlalu terburu-burukah jika aku mencoba menyebut ini cinta? Jika terlalu tergesa-gesa, lalu apa namanya perasaan tak ingin melepaskan meskipun kutahu kamu tak mungkin berada dalam genggaman?

You Might Also Like

0 comments