Look and Listen


Aku mungkin adalah masa lalu yang sudah terlanjur berlalu.
Mungkin belum lama, namun kau sudah terlanjur memalingkan muka.
Aku mungkin adalah cerita usang yang sudah kauputuskan untuk kaubuang.

Namun ingatlah, sayang...
akan selalu ada aku saat kau melihat ke belakang.

Kau mungkin adalah puisi terindah yang enggan untuk aku lupakan.
Serupa kenangan masa kecil akan mainan termahal,
aku enggan untuk melupamu dan menghapus semua kenangan.

Lalu kita...
Kita adalah potongan-potongan kisah yang layak untuk dipupukkan.

Karena cinta selalu adalah cinta,
seberapapun banyaknya luka yang sempat ia taruh dalam keseluruhan hidup kita.

Maka sesekali kumohon berhentilah dari langkahmu.

Lihat... Lihat dan dengarkanlah.
Ada suaraku,
ada suaraku,
ada suaraku,
yang walaupun tidak terlalu merdu,
suara itu sesekali masih menyebut namamu.

Ia masih menyebut namamu.

You Might Also Like

0 comments